Wanita adalah makhluk yang lembut dan sangat lembut dalam berhati nurani. Mudah menangis dan tergantung pada siapapun yang menyayanginya. Wanita! yaaaa, wanita yang gampang terluka andai dilanda prahara cinta. Wanita! yaaaa, wanita yang rapuh dan mudah putus asa, dengarkan ini! Duhai para wanita! enggankah engkau menjadikanmu lebih kuat dalam menghadapi berbagai masalah hidup ini? terutama

Beribu pertanyaan datang menghampiri, berjuta penghayatan telah ku lewati. Hilir mudik hati dan perasaan menjelma menjadi bidadari turun dari langit. Begitu elok, indah dan senyum lembut menyertai wajah nan ranum. Kepahitan telah ku telan begitu lekat, penderitaan telah ku makan bersama kulit yang menguliti rasa ini dengan iba. Burung! Dimanakah kau berada di malam yang

Malam ini, kudengar gemericik air di samping kamarku. Ku terbangun dengan berjuta harapan di dada, akan asa, akan sebuah harapan yg sempat tergulung dilema yang tak kunjung mereda. Angin, sampaikan padanya! Pada teman-temanku yang resah dan gelisah, kapan pandemi ini berakhir? Dan yakinlah badai ini akan berlalu, pergi dan meninggalkan puing-puing yang berserakan. Kekacauan dan

Hari demi hari dunia ini semakin mencekam. Entah apa yang terjadi di akhir nanti? Apakah sebuah kemenangan dalam penuh suka cita ataupun sebaliknya. Kemaren bergulir begitu saja, dan sekarang berjalan tidak semestinya. Rotasi bumi seakan melambat dan tidak bergerak, dunia inipun hampa dan senyap. Bergulung ombak di selatan sana, bergemuruh bak suatu peristiwa yang langka

Malam yang sepi dan dingin menggerakan tangan ini untuk merangkai sejuta bahasa yang ingin kutuangkan. Wahai malam yang indah, ku terbangun dengan sejuta tanya, seribu jawaban dan bahkan segelintir harapan. Ketika ku membuka mata perlahan, ku dengar suara gemericik air menyirami hati yang sedikit usang di makan jaman. Kekosongan, ya kekosongan yang sempat tersingkir beberapa

Hidup ini adalah belajar, dan belajar dalam hidup ini adalah penting adanya. Bagaimana hidup ini akan nikmat dengan adanya asupan ilmu yg di raihnya? Bagaimana rasanya ketika usia senja dan semangat ini semakin menyala? Bagimana dan bagaimana? Ketika pertanyaan itu menghantui pikiranku, tindakkan membuktikan ini smua. Tidaklah terlambat dalam hidup ini kawan, dan tidaklah usiamu

Ketika saya ingin sesuatu yg lebih tentang diri ini, ku akan berusaha tuk mendapatkan itu smua. Ketika dalam diri ini tumbuh semangat baru, di situlah sembulan tunas menampakkan dirinya dengan sejati. Ketika akar itu semakin kokoh, dan kokohlah pohon itu dengan sendirinya. Ketika angin berusaha mengguncang dedaunanku, biarkan diantaranya gugur dan jatuh dari pangkuanku. Dan

Manusia dalam hidupnya bertugas menyetir, memikirkan, memahami dan melakukan apapun berdasarkan keinginannya. Terjangan ombak dan angin berhembus dengan kencangnya. Dan kau bertugas menghadapi itu smua. Tidaklah kau pasangkan dadamu, andai terjangan angin itu ingin meruntuhkanmu. Dan berbalik atau kendalikanlah ke kiri ataupun kekanan layarmu itu. Layarmu tentu tidak mampu menghalau angin yg begitu kencang dan

Hak hidup manusia di dunia ini, tidaklah harus tertukar dengan berbagai kewajiban yg wajib mengenai hal2 yg tercantum di dalamnya. Wajib? Yaaa, wajib dan mengharuskan bertanggung jawab tentangnya. Adalah hak, dan berhak mendapatkan hak hidup layak setiap manusia di dunia ini. Apakah kau akan melangkahi wajibnya di antara haknya, dan tidaklah melapaui itu tentangnya. Biarlah,

Kehidupan di alam nyata ini berentet tidak beraturan. Dan aturlah sedemikian rupa pada porsinya masing2. Problema adalah sebuah belenggu, yg berisi tabir kepahitan. Dan kemungkinan hal indah akan terkuak di balik itu smua. Adakalanya manusia terjebak di bibir jurang yg dalam. Pandangan yg nyaris tersedot gravitasi memutar kepala ini sebentar saja, ku pejamkan mata ini.

Hidup di alam ini bermacam ragam kejadian. Hambatan dan terpaan datang tidak di undang. Begitupun alur hidup yg panjang dan berkelok, terjal dan curam. Cita2 yg tertunda adalah ganjalan dari masa ke masa. Tidaklah ku menyalahkan orang tua dan tidaklah ku menyalahkan kehidupan ini yg terkesan begitu kejam di saat itu. Ketika ku tak tau

Kejujuran tidak selamanya berbuah baik, dan kejujuran bisa saja menimbulkan rencana baru mengenainya. Tidaklah kau berkata, bahwa kau akan pergi ke sana kemari dengan tidak menyertainya. Dan pasangan itu tidaklah berbarengan slalu dalam setiap langkahnya. Pasangan yg baik, tetap akan bijak dalam hal di luar kebersamaannya. Dan pasangan yg baik, tak akan ada rencana lain

Kata demi kata kan ku rangkai dengan baik, kalimat demi kalimat kan ku tata dengan apik. Deru debu menutup mataku sementara, dan melilipkan mata ini dalam sejenak. Ku kedipkan dengan lembut dan ku buka dengan perlahan. Ku memandang sesuatu di depan sana, yaaa ku menemukan sesuatu yg tidak biasanya. Kegetiran sedikit menautkan dalamnya sanubari ini.

Ketika salah satu ranting hidupku patah, ku akan berusaha menumbuhkan ranting yg lain. Ketika pohonku terluka, ku akan mengobatinya dengan baik. Ku akan memelihara pohon itu dengan bijak dan seksama. Ku akan berusaha melerai perdebatan antara hati dan pikiran ini. Dan ku akan mencoba berbicara di luar hati dan perasaan, untuk mengenal sebab dan akibat

Rasa ini terasa menyayat dan menganga, mengaung dan mencakar. Ketika diri ini menendang batu kerikil yg lancip dan tajam. Luka? Yaaa, luka. Namun ku cepat mengobatinya dengan baik. Sakit ini sebentar saja, karena ku memilih menyayangi diri ini dengan merawatnya. Membelainya dengan penuh pengertian. Hati ini adalah perempuan cantik yg lemah gemulai, dan keras ketika

Hai kawan, sakitmu adalah pembelahan dan pengikisan dinding2 hati untuk membentuk dinding baru yg lebih kuat dan besar. Sehingga bisa menampung apapun masalah yg jauh lebih besar lagi setelah itu. Apakah kau akan tersentuh dengan hal2 yg kecil? Tentu tidak. Karena kau telah lulus dalam ujian negara khatulistiwa di dalam dirimu. Biarkan rasa sakit itu

Hai kawan! Biarkan diri ini menelaah tentang dirinya. Hai kawan! Biarkan ku mencari apa katanya, dan apa kata diri ini tentangnya? Tentang sebuah cerita yg menceritakannya kembali dalam historinya. Biarkan diri ini paham tentang kehidupan ini, dan cara menyikapi kehidupan itu sendiri. Hai kawan! Ku ingin bercerita tentang hal yg ingin ku ceritakan. Hai kawan!

Hai kawan! Jangan tanya saya di mana? ketika saya hilang dari pencarianmu. Karena, saya lagi sibuk membenahi diri ini. Tidaklah ku menyalahkan siapapun tentang ini dan itu, karena pembenahan diri lebih baik dari segalanya. Keantenganku sedikit terusik dengan berbagai hal yg tidak selayaknya ada. Namun, ku manusia yg berpikir dan berpendapat. Ku harus bergerak dan

Baik atau buruknya keadaan, tergantung kita menyikapinya. Apakah, ku berhak menutup mulutnya seseorang untuk mengatakan yg ingin dia katakan? katakanlah! Dan ku tak ingin menggubrisnya. Apapun tentang hidup ini adalah kendaliku, dan saya yg mengerti tentang apapun yg bersangkutan dengan diri ini. Gerak langkahnya, tindak tanduknya dan berbagai hal yg ingin ku lakukan. Tidaklah kau

Tuntutan hidup semakin pelik dan tajam, menukik dan meruncing. Bagi yg tak pandai membaginya, adalah malapetaka dalam hidup ini. Persaingan semakin sengit dan merapat, ruang lingkup pun semakin kurang leluasa. Jakarta, yaaa jakarta! Kota besar yg hingar bingar dan penuh misteri. Hujatan demi hujatan datang tidak di undang. Rakyatpun mulai gerah dengan situasi yg kurang

Saya sangat percaya! jikalau jiwa saya damai, smua akan menjadi baik. Smua akan menjadi sehat dengan sendirinya. Dan saya percaya, kedamaian jiwa membuatku mencapai beberapa kemenangan dalam hidup ini. Saya mengklaim, bahwa jiwa mempunyai kekuatan besar untuk mendorong sebuah keinginan yg keras. Dan jiwa merambah ke segala arah, merembes ke smua celah2 kecil dengan berbagai

TOP